Masing-masing dari kelompok majas tersebut terdiri dari beberapa majas yang spesifik. Dalam majas perbandingan misalnya, terdapat Metafora, Sinestesia, Simile, Alegori, Alusio, Metonimia, Antonomasia, Antropomorfisme, Hiperbola, Personifikasi, dan lain sebagainya. Salah satu majas perbandingan yang sering sekali muncul dalam karya sastra 1. Majas Simile. Majas simile merupakan sebuah majas yang mengumpamakan sesuatu dengan suatu hal lainnya secara lugas atau eksplisit. Dalam majas ini, biasanya menggunakan kata-kata tertentu, yaitu bagaikan, laksana, seperti, serupa, semisal, dan sebagainya. 18. Penyanyi itu menyanyikan lagu terbarunya di panggung. 19. Siswa-siswi tersebut merayakan kemenangan mereka dengan pawai. 20. Petugas kebersihan membersihkan taman setiap pagi. Dalam mengapresiasi kekuatan kalimat aktif, kita tidak hanya melihat dari segi sintaksis, tetapi juga dari perspektif keterlibatan pembaca. B. Majas Alegori. Majas alegori merupakan kiasan dalam sebuah cerita untuk mengumpamakan sesuatu atau menerangkan sesuatu. Jadi majas alegori itu terdiri dari rangkaian beberapa kalimat bergaya bahasa yang menerangkan sesuatu misalnya nilai kehidupan, gagasan, cita-cita, kebijaksaan dll. Majas ini sering digunakan oleh para sastrawan. Berikut adalah perbedaan dan contoh majas personifikasi dan majas metafora. tirto.id - Dalam studi bahasa Indonesia, istilah majas atau kiasan seringkali disebutkan. Secara umum, majas ini sering digunakan dalam tulisan, kebanyakan karya sastra, sebagai gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Dari dua contoh kalimat majas di atas, mana yang merupakan majas simile dan mana alegori? Kalau kalian menjawab contoh pertama adalah alegori dan kedua adalah simile, maka jawaban kalian benar. Karena walaupun keduanya merupakan majas perumpamaan, tapi kita bisa melihat perbedaannya dengan mudah. .

perbedaan majas alegori dan simile